KPAI Dorong Sekolah Petakan Kendala Siswa Saat PJJ

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong sekolah memetakan kendala siswa selama mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Sekolah harus memetakan peserta didiknya, berapa yang memiliki gadget atau tidak, berapa yang sanggup membeli kuota internet atau tidak dan apakah didampingi orang tua atau wali saat PJJ,” kata komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti melalui keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (23/7).

Ia mengatakan pemetaan itu penting dilakukan agar sekolah memiliki data tentang siswa-siswa yang perlu difasilitasi secara daring dan juga siswa-siswa mana saja yang perlu difasilitasi dengan pembelajaran di luar jaringan (luring). “Sekolah dapat menyusun sistem pembelajaran dan modul untuk daring dan luring,” katanya.

Selain mendorong perlunya pemetaan, Retno juga mendorong agar para guru dipersiapkan untuk membuat modul pembelajaran bagi anak-anak yang tidak bisa daring selama PJJ. Para guru juga diminta lebih fleksibel dalam pebelajaran dan ujian daring dengan membatasi jam pengerjaannya.

Para guru dan kepala sekolah harus berprespektif anak, tidak memberlakukan penilaian kaku tanpa memperhatikan kondisi para siswa yang bisa belajar daring atau tidak, sehingga anak yang tidak bisa mengikuti ujian daring tidak sampai terancam tidak naik kelas, seperti kasus di Nganjuk, Jawa Timur. Selain memberikan dorongan kepada sekolah, KPAI juga mendorong dinas pendidikan memetakan sekolah yang mampu melakukan pembelajaran daring atau tidak sehingga bisa membantu guru dan sekolah mempersiapkan modul pembelajaran luring melalui pelatihan.

Demi tercapainya proses PJJ yang bermakna dan berorientasi kepada siswa, menurut Retno, pemerintah daerah (pemda) juga diharapkan memberikan pelatihan atau diskusi daring kepada guru yang berbasis komunitas guru, seperti MGMP, KKG, organisasi profesi, komunitas guru lainnya, radio komunitas (lokal), media massa dan seterusnya. Pemda juga diharapkan menyelenggarakan pelatihan tentang penggunaan atau pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK.